TIM PKM Prodi S1 PPKn UNESA MENGADAKAN PENGUATAN KEMAMPUAN KONTROL SOSIAL MENUJU PEMERINTAHAN YANG BEBAS KORUPSI DI MAGETAN

Tindak Pidana Korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) berdampak luas dan sangat merugikan negara termasuk masyarakat. Keuangan negara dapat dirugikan, pembangunan terhambat, hingga berdampak pada segala aspek. Sebagai contoh bagaimana adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam izin ekspor minyak sawit, sehingga berdampak pada kelangkaan minyak goreng. Dugaan tindak pidana korupsi dalam hal pengaturan skor pertandingan olahraga, sehingga berdampak pada sanksi pada klub dan lainnya. Termasuk contoh-contoh yang lain, prinsipnya banyak pihak yang terdampak sekaligus dirugikan.
Oleh karenanya tindak pidana korupsi harus dicegah, salah satunya melalui peran PKK. Bahwa PKK merupakan penggerak dalam lingkup keluarga, secara efektif dapat mencegah budaya-budaya dan lainnya yang dapat mengarah pada tindak pidana korupsi. Misalnya gaya hidup mewah, kurang bertanggung jawab, dan lainnya merupakan bentuk budaya yang harus dihilangkan dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi. Maka kader PKK memerlukan pengetahuan serta keterampilan dalam rangka memberikan edukasi khususnya bagi keluarga, dalam rangka mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dan secara umum guna menjadi warga negara yang baik.
Guna mewujudkan tujuan tersebut, tim Pengabdian Masyarakat Prodi S1 PPKn UNESA yang dalam hal ini adalah :
1. Rahmanu Wijaya, S.H., M.H.;
2. Prof. Dr. Sarmini, M.Hum.;
3. Dr. Hj. Rr. Nanik Setyowati, M.Si.;
4. Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, S.H., M.H.;
bekerjasama dengan DPRD Kabupaten Magetan mengadakan kegiatan penguatan kemampuan bagi Kader PKK di wilayah Kecamatan Maospati, Magetan. Kegiatan yang diselenggarakan dalam periode Agustus hingga September 2022 tersebut adalah dilakukan dalam bentuk sosialisasi-sosialisasi dalam rangka penguatan materi, serta pendampingan klinis yang bertujuan semakin meningkatkan kemampuan dalam rangka kontrol sosial menuju pemerintahan yang bebas korupsi.
Acara tersebut diikuti oleh sekitar 30 kader PKK setempat, dimana mereka merupakan istri dari perangkat desa dan lainnya hingga pegawai Kecamatan di lingkungan Kecamatan Maospati Magetan. Seluruh peserta tampak antusias mebgikuti serangkaian acara, mengingat kegiatan sejenis belum pernah dilakukan di Kecamatan Maospati. Hj. Roomayah salah satu peserta menyatakan bahwa sebagai PKK memang seharusnya tidak hanya terampil mendampingi suami, tetapi mampu mengenali tindakan-tindakan yang terkualifikasi sebagai pelanggaran administrasi atau bahkan korupsi. Sehingga nantinya dapat mengingatkan suami, termasuk juga anggota keluarga lainnya. Maka beliau sangat mengapresiasi acara yang diadakan UNESA ini, demikian juga peserta lainnya menunjukkan pandangan yang sama. Pada akhirnya diharapkan dengan hadirnya UNESA khususnya Prodi S1 PPKn di Kecamatan Maospati Magetan, diharapkan saling sinergi dalam rangka membangun bangsa yang bersih dari korupsi.