Bertahan dengan Konsistensi, Berbuah dengan Apresiasi
"Kadang kita berpikir, untuk bisa sampai di puncak, kita harus berlari secepat mungkin.Tapi dari bagian perjalanan hidup, saya belajar: bukan seberapa cepat kita berlari, melainkan seberapa konsisten kita melangkah agar tujuan tersebut dapat tercapai".
Hai semuanya,
Perkenalkan, saya Pramesti
Nisaul Fitriyah, S.Pd., mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan.
Alhamdulillah, pada Wisuda Periode 115 Universitas Negeri Surabaya, saya
mendapat kehormatan menjadi Wisudawan Terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik.
Jadi, saya ingin
berbagi kisah empat tahun perjalanan saya. Kisah yang penuh dengan canda tawa,
kerja keras, dan rasa syukur yang tak terkira.
Tahun
Pertama: Adaptasi di Tengah Pandemi
Saya memulai
langkah ini pada tahun 2021, masuk program studi PPKn melalui jalur SNMPTN
yang saat ini berubah menjadi SNBP. Pilihan ini saya ambil karena sejak
SMP sudah tertarik dengan pelajaran yang berhubungan dengan kewarganegaraan,
hukum, pemerintahan, hingga membahas tentang politik.
Ada cerita unik di balik saya mengambil jurusan ini yakni saya dulu menjadi
salah satu murid kesayangan guru PPKn di SMP. Lucu kalau diingat, tapi dari
sanalah rasa cinta pada bidang ini mulai tumbuh dan berkembang.
Namun, awal kuliah
yang saya jalani berbeda. Pandemi membuat semuanya berlangsung secara daring.
Meski belum bisa melangkahkan kaki di kampus, saya memilih untuk tidak berdiam
diri. Saya bergabung di Civics Study Club (CSC) sebagai anggota Divisi Kajian
Ilmiah. Dari sini saya belajar bahwa kuliah bukan hanya tentang nilai, tetapi
juga tentang menambah wawasan, berdiskusi, dan membangun jaringan.
Tahun
Kedua & Ketiga: Memperluas Relasi dan Mengasah Kepemimpinan
Memasuki tahun
kedua, saya melangkah lebih jauh. Saya bergabung di BEM Fakultas Ilmu Sosial
dan Hukum sebagai staf Departemen Agama, dan amanah ini saya jalani
selama dua periode dari tahun 2022 hingga 2023. Di waktu yang hampir bersamaan,
saya dipercaya menjadi Wakil Ketua Civics Study Club. Dari sini saya
belajar, memimpin bukan hanya soal memberi arahan, tetapi juga memahami,
mendengar, dan membangun rasa saling percaya dengan anggota.
Tahun ini juga
penuh kesempatan yang memperluas pengalaman saya. Saya lolos Pendanaan
Penelitian Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (sekarang Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik). Saya aktif di KANIRA (Kader Anti Intoleransi dan
Radikalisme UNESA) — program tahunan yang langsung terjun ke masyarakat
untuk mengedukasi nilai-nilai toleransi. Saya juga menjadi Fasilitator
Literasi Digital di Desa Rintisan Pancasila, sebuah program kerja sama
Universitas Negeri Surabaya dengan Kemenko-PMK RI dan Forum Rektor Indonesia. Pengalaman-pengalaman
ini membuka mata saya bahwa mendapatkan ilmu bukan hanya di kelas tetapi juga
dapat dimana saja.
Tahun
Keempat: Menyelesaikan Perjalanan dengan Fokus
Tahun terakhir
menjadi tahap yang paling menentukan. Saya fokus menjalani PLP (Pengenalan
Lapangan Persekolahan), mengerjakan skripsi, dan menjaga agar diri
saya tetap konsisten di tengah rasa lelah. Ada hari-hari di mana saya merasa
ingin menyerah, tapi saya tahu, semua ini akan menjadi bagian dari cerita yang
tak akan pernah saya sesali.
Akhirnya, waktu
itu datang. Saya menutup perjalanan ini dengan kelulusan tepat waktu dan
penghargaan sebagai Wisudawan Terbaik FISIPOL UNESA.
Dari semua ini,
saya belajar satu hal penting: konsistensi adalah kunci. Banyak yang lebih
pintar, banyak yang lebih rajin, tapi tanpa konsistensi, semua itu akan dengan mudah
hilang. Seimbangkan akademik dan non-akademik, dan yang terpenting, sertakan
doa dalam setiap langkah.
Penutup:
Sebuah Pesan untuk Kita Semua
Jika perjalanan
kuliah ini adalah sebuah buku, maka konsistensi adalah tintanya, doa adalah
kertasnya, dan perjuangan adalah setiap huruf yang membentuk kisahnya.
Saya bukan
seseorang yang tidak pernah gagal, tetapi sebagai seseorang yang memilih untuk
tetap melangkah meski jalannya tidak selalu mudah.
Karena pada akhirnya,
bertahanlah dengan konsistensi dan suatu hari nanti, hidup akan membalasnya
dengan apresiasi.