Prof. Turhan Yani Dorong Penguatan Kolaborasi Riset Nasional di Forum LPPM 2025 UNIMED
Medan, 16 November 2025. Rapat Koordinasi Forum LPPM Tahun 2025 yang dihimpun dalam Asosiasi Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (ALPTKNI) resmi ditutup pada Minggu (16/11). Kegiatan yang berlangsung sejak 14–16 November 2025 di Hotel Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa ini menghadirkan berbagai pimpinan dan perwakilan LPPM dari perguruan tinggi negeri LPTK di seluruh Indonesia. LPPM Universitas Negeri Medan (UNIMED) bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara.
Salah satu gagasan yang menarik perhatian peserta forum disampaikan oleh Prof. Dr. H. Muhammad Turhan Yani, M.A., dosen tetap Program Studi PPKn FISIPOL Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dalam sesi diskusi strategis, Prof. Turhan Yani menegaskan pentingnya Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya aspek penelitian, untuk dikembangkan secara lebih kolaboratif antarperguruan tinggi.
Menurutnya, penelitian kolaboratif lintas institusi tidak hanya memperkuat kapasitas akademik masing-masing kampus, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan nasional.
“Tridarma kedua, yaitu penelitian, apabila dilakukan secara kolaboratif akan berdampak lebih signifikan untuk pembangunan nasional dalam berbagai bidang. Kolaborasi ini penting dilakukan untuk kemajuan bersama perguruan tinggi dan sekaligus untuk pembangunan nasional,” tegasnya di hadapan para peserta forum.
Gagasan tersebut mendapatkan respon positif dari peserta, mengingat tantangan riset nasional saat ini menuntut integrasi sumber daya, jaringan, dan keahlian lintas kampus. Forum LPPM ALPTKNI 2025 pun menempatkan isu kolaborasi riset sebagai salah satu rekomendasi strategis yang akan ditindaklanjuti dalam program kerja tahun berikutnya.
Ketua Forum LPPM ALPTKNI menyampaikan apresiasi kepada UNIMED selaku tuan rumah dan menilai bahwa forum tahun ini berhasil memperkuat sinergi riset antarperguruan tinggi LPTK. Hadirnya pemikiran dari akademisi seperti Prof. Turhan Yani, lanjutnya, menjadi bukti bahwa kontribusi seorang pakar dapat membuka arah baru bagi penguatan ekosistem penelitian nasional.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta forum diharapkan membawa pulang semangat kolaborasi untuk diimplementasikan pada proyek-proyek penelitian di kampus masing-masing, termasuk kolaborasi riset yang lebih produktif di lingkungan LPTK seluruh Indonesia.