PRODI PPKn SELENGGARAKAN DISKUSI PUBLIK TENTANG KEBANGKITAN PEMUDA

PERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL
KE-117, LAB DEMOKRASI PMP-KN PRODI PPKn FISIPOL UNESA SELENGGARAKAN DISKUSI
PUBLIK TENTANG KEBANGKITAN PEMUDA
Dalam
rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-117,
Laboratorium Demokrasi PMP-KN Program Studi PPKn FISIPOL UNESA menyelenggarakan
Diskusi Publik Spesial bertajuk “Menuju Indonesia Emas: Di Era
Disruptif, Kebangkitan Pemuda Dimulai dari Mana?” pada Selasa, 20 Mei
2025 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ruang reflektif
sekaligus inspirasional untuk menggugah semangat pemuda sebagai pilar kemajuan
bangsa dalam menghadapi era disrupsi.
Diskusi
ini menghadirkan dua narasumber muda yang telah menunjukkan kiprah luar biasa
di bidang pendidikan dan kebahasaan, yakni Syahrizal Fadhli, S.Sn., M.Sn.
(Pemuda Berprestasi Riau 2023, Alumni SYLEP 2023, Duta Bahasa Riau) dan M.
Alifudin Ikhsan, S.Pd., M.Pd. (Penerima “Bintang Pemuda Utama Jawa Timur”,
Kepala SMP Darul Faqih Indonesia, dan mahasiswa S3 PKn UNY). Acara ini
dimoderatori oleh Della Eviyani, mahasiswa berprestasi PPKn yang juga
terpilih sebagai Duta FISIPOL UNESA 2024. Dalam pemaparannya, Syahrizal Fadhli
mengangkat tema “Kebangkitan Pemuda di Era Disruptif”, yang menyoroti
tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini di tengah perubahan zaman
yang sangat cepat. Sebagai respons atas era disruptif ini, Syahrizal menekankan
pentingnya pemuda untuk beradaptasi
secara aktif terhadap perubahan, baik dari segi cara berpikir maupun
tindakan nyata. Sementara
Ustadz M. Alifudin Ikhsan menyikapi tema dalam pemaparannya mengawali dengan
sebuah pertanyaan mendasar: “Dari mana kebangkitan pemuda dimulai?”
Jawabannya adalah dari kesadaran diri untuk hidup dengan makna dan
kebermanfaatan. Sebagai penutup, Alifudin menyampaikan “mantra” sukses yang ia
sebut sebagai AJIB: Atur manajemen waktu, Jangan menunda, Inovasi
Berkelanjutan. Dengan semangat ini, ia menegaskan bahwa pemuda masa kini
adalah tulang punggung kebangkitan bangsa. Hidup hanya sekali, maka pastikan ia
berarti—tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk Indonesia yang lebih
kuat dan inklusif di masa depan.
Dengan
antusiasme peserta yang tinggi, diskusi ini tidak hanya menjadi ajang
intelektual, tetapi juga memperkuat nilai-nilai patriotisme, semangat
kolaborasi, dan orientasi solusi bagi pemuda Indonesia. Seruan untuk
“#PemudaBangkit = #IndonesiaBangkit” menjadi semangat kolektif yang digaungkan
sepanjang acara, seiring harapan menuju Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan
progresif.