Mimpi yang Menembus Batas: Perjalanan dari Jepara Menuju Wisudawan Terbaik UNESA
Menjadi
Wisudawan Terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri
Surabaya merupakan pencapaian yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.
Saya, Habib Nihla Thohari, mahasiswa S-1 Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, berasal dari keluarga sederhana di Kabupaten Jepara, Jawa
Tengah. Kedua orang tua saya bekerja sebagai penenun sekaligus guru ngaji. Dari
merekalah saya belajar bahwa keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk
berhenti menempuh pendidikan.
Kesempatan
berkuliah di UNESA melalui beasiswa KIP Kuliah menjadi salah satu titik penting
dalam perjalanan hidup saya. Ketika pertama kali memasuki dunia perkuliahan,
saya bukan mahasiswa yang penuh percaya diri. Berasal dari desa dan belum
pernah mengenyam pendidikan di sekolah negeri membuat saya sempat merasa minder
ketika harus beradaptasi dengan lingkungan kampus. Namun, perasaan tersebut
perlahan berubah ketika saya mulai berani mengikuti organisasi, berdiskusi,
bertemu banyak orang, dan mencoba berbagai kesempatan yang tersedia.
Organisasi
kemudian menjadi salah satu ruang terbesar bagi saya untuk bertumbuh. Dari
berbagai proses organisasi tersebut, saya belajar bahwa menjadi mahasiswa tidak
cukup hanya berkembang secara akademik. Saya belajar memimpin, mengelola
organisasi, membangun komunikasi, menyelesaikan perbedaan, hingga bertanggung
jawab terhadap orang lain. Pengalaman itulah yang perlahan mengubah saya dari
pribadi yang awalnya minder menjadi lebih berani untuk menyampaikan gagasan dan
mengambil berbagai kesempatan.
Perjalanan
tersebut tentu tidak selalu diisi dengan keberhasilan. Pada semester-semester
awal, saya beberapa kali mengikuti perlombaan dan harus menerima kekalahan.
Alih-alih berhenti, kegagalan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk terus
memperbaiki diri. Memasuki semester empat, berbagai pencapaian mulai saya raih,
mulai dari Juara I Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) tingkat FISIPOL
sekaligus Best Speaker, lolos pendanaan Program Mahasiswa Wirausaha dan
LPPM, semifinalis debat nasional tingkat Otorita Ibu Kota Nusantara, hingga
Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat internasional. Saya juga memperoleh
penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi tingkat program studi pada tahun 2024.
Di
tengah aktivitas organisasi dan kompetisi, akademik tetap menjadi tanggung
jawab utama. Ketertarikan saya terhadap dunia pendidikan kemudian saya tuangkan
melalui penelitian tentang penguatan karakter cinta damai dalam pembelajaran
Pendidikan Pancasila sebagai upaya pencegahan bullying. Penelitian
tersebut tidak hanya menjadi tugas akhir skripsi, tetapi juga berhasil
dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional
terakreditasi SINTA 3.
Berbagai
proses tersebut akhirnya mengantarkan saya menyelesaikan studi dengan IPK 3,91
berpredikat pujian dan memperoleh penghargaan sebagai Wisudawan Terbaik FISIPOL
UNESA. Bagi saya, pencapaian ini bukan semata-mata tentang nilai akademik
ataupun deretan prestasi. Ada proses panjang di dalamnya: belajar dari
kegagalan, bertumbuh melalui organisasi, menjaga tanggung jawab akademik, serta
keberanian untuk terus mencoba meskipun pernah merasa tidak cukup percaya diri.
Saya
percaya bahwa ilmu akan menjadi lebih bermakna ketika tidak hanya dimiliki
untuk diri sendiri, tetapi juga dibagikan dan memberikan manfaat bagi orang
lain. Dari seluruh perjalanan ini, saya belajar bahwa keterbatasan tidak
menentukan sejauh mana seseorang dapat melangkah; kemauan untuk terus belajar,
bertumbuh, dan berani mengambil kesempatanlah yang akan menentukan arah
perjalanan kita.